Sabtu, 12 September 2020

01 - Menjelajahi Aku

                    Tepat dua tahun yang lalu, aku hampir kehilangan diri sendiri. Test kepribadian seperti MBTI-16personalities sepertinya ngga membantu menemukan kembali kepribadian yang hilang direnggut asa. Tapi, aku gak benar-benar menghilangkannya. Aku kembali menjemputnya lewat jejak yang aku tinggalkan.

                  Aku yang sekarang, sepertinya banyak yang berubah. Untuk gadis INFP hal-hal yang direncanakan akan sulit terealisasikan. Aku lebih banyak melakukan secara spontan tapi gak terlalu serius menyikapinya. Karena sebenarnya aku akan lebih banyak membuang waktu untuk berdiam diri. Diamku bukan seperti ngga peduli, tapi otakku lebih memilih berbincang tanpa harus bersuara lagi.

                   Aku ngga punya banyak sahabat dekat. Karena aku ngga percaya kalau manusia itu berubah. Untuk semua hal yang udah lewat dan bikin luka, itu ngga aku buat menetap. Jika sebagian orang senang diajak kumpul dengan temannya, aku sebagiannya lagi. Aku kayak selalu cari celah apakah aku mampu menyelam dalam pembicaraannya.

                    Si gadis sensitif ini buruk sekali sepertinya dihadapan orang-orang. Jangan lupakan melankolis dan teman-temannya. Tapi jika kau membuka pembicaraan duluan, itu tidak akan membunuhku. Aku dapat menjadi sosok periang dan hanya itu senjataku.

                Semenjak pandemi ini, jiwa berdiam diri makin hidup di dalamnya. Tapi aku selalu mengabaikannya, ya mungkin karena gak ada yang diajak ngobrol kali ya. Karena aku selalu di rumah. Aku selalu menjadi sebagiannya lagi dari orang-orang yang cepat bosan di dalam rumah. 

                    Aku gak sepenuhnya menjadi gadis pendiam. Jika aku cukup sabar, lawan bicaraku akan sosok yang mudah marah. Tentu itu tidak menggangguku, karena aku menjadi sosok yang bisa mendengarkan si marah itu.

                    Aku gak punya cukup ilmu untuk tau, mana yang menyukaiku tulus dan hanya sebatas masuk. Karena pintu pertemananku dibuka setiap saat. Tapi aku selalu menerka-nerka, menjadi sok tau, atas pikiran buruk orang-orang itu. Semoga sifat yang satu ini ini cepat hilang. Menjadi sok tau terhadap pikiran orang tentangku sungguh, menyebalkan sekali.

              Tentu dalam perjalanan ini aku ngga sendirian. Warna-warni perjalanan ini cukup berpengaruh, karena ada dia. Siapa dia? cukup aku dan dia aja ya yang tau! :b

                        Menceritakan tentang diri sendiri seperti membuka pintu untuk membebaskan pikiranku. Mungkin dapat membuat orang lain juga tau, gadis ini cocok untuk diajak cerita masalahmu, bukan diskusi tentang rencana masa depan :D karena tiap aku jatuh di tengah perjalanan, itu ngga buat aku berhenti ngejar perjalanan selanjutnya.

                    Sepertinya itu saja untuk hari pertama tentang menceritakan kepribadian diri sendiri. Sampai ketemu di hari kedua!

Fashion Killa | Billie Eilish love story - 15 - Page 2 - Wattpad

01 - Menjelajahi Aku

                        Tepat dua tahun yang lalu, aku hampir kehilangan diri sendiri. Test kepribadian seperti MBTI-16personalities seperti...